Sabtu, 31 Maret 2012

Percaya atau tidak, kesepian dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda. Meski banyak orang beranggapan bahwa sebenarnya kaitannya kecil, penelitian terbaru menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kesepian dan buruknya kesehatan seseorang.

Kesepian dapat memicu rentetan gerakan yang bisa berakibat negatif pada tubuh manusia. Namun dengan lebih banyak bersosialisasi, beberapa efek buruk tersebut dapat dicegah. John Cacioppo, seorang psikolog dari University of Chicago yang mempelajari efek bilogis dari kesepian, menunjukkan beberapa hasil penelitian terbarunya pada Social Psychology and Perception Meeting di San Diego bulan lalu.

Berdasarkan hasil penelitiannya, kesepian berkaitan dengan pengerasan pembuluh darah (yang dapat berakibat meningginya tekanan darah), peradangan dalam tubuh, bahkan dapat mengganggu proses belajar dan mengingat. Bahkan lalat yang hidup terisolasi mempunyai kesehatan yang buruk dan akan mati lebih cepat. Hal tersebut menunjukkan apabila interaksi sosial memang penting.

Pada suatu penelitiannya, Cacioppo dan Steve Role, dari UCLA menjelaskan bagaimana perubahan sistem kekebalan tubuh pada seseorang yang jarang berinteraksi secara sosial. Mereka mengamati perubahan yang ditunjukkan oleh gen yang bereaksi pada sistem kekebalan tubuh orang-orang yang kesepian.

Gen-gen yang beraksi pada tubuh orang yang kesepian banyak terhubung dengan aktivasi sistem imun dan peradangan. Disamping itu, beberapa gen yang tidak bereaksi pada tubuh orang-orang yang kesepian mencakup gen gen yang berhubungan dengan respon antivirus dan produksi antibodi. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh orang yang kesepian mempunyai oertahanan yang buruk terhadap virus dan "penjajah" lainnya.

"Kami menemukan bahwa ada sebuah pola konsisten dimana sel kekebalan tubuh manusia sudah dirancang dengan kemampuan bertahan yang akan otomatis aktif apabila orang tersebut kesepian," ujat Cole kepada Live Science.

Alasan terjadinya hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh harus memilih antara melawan ancaman virus dan melindungi tubuh dari sebuan bakteri. Pada orang kesepian, yang menganggap dunia luar sebagai tempat yang mengancam, sistem kekebalan tubuh mereka memilih untuk fokus kepada ancaman bakteri ketimbang virus.

Tanpa perlindungan terhadap virus dan sedikitnya antibodi yang diproduksi, seseorang tidak akan memiliki kemampuan cukup untuk menghadapi penyakit seperti kanker. Mereka yang kesepian lebih mudah sakit dan berpeluang besar menderita kanker dan penyakit jantung.

Selain itu, kesepian juga meningkatkan kadar hormon kortisol dan tekanan darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa islasi sosial membuat tekanan darah meninggi hingga ke tingkat berbahaya yang dapat berakibat stroke atau serangan jantung. Hal tersebut melemahkan sistem peredaran darah sehingga otot jantung bekerja lebih keras dan memicu rusaknya pembuluh darah akibat gangguan peredaran darah.

Menurut penelitian Cole dan Cacioppo, kesepian juga merusak kualitas tidur. Orang yang kesepian tidurnya akan kurang menyegarkan, baik secara fisik maupun psikologis. Orang-orang dengan isolasi sosial lebih banyak terjaga di malam hari dan menghabiskan lebih sedikit waktu di tempat tidur untuk benar-benar tidur.

Studi yang dilakukan Cole dan Cacioppo juga menunjukkan bahwa orang-orang yang kesepian cenderung menilai negatif interaksi sosial yang mereka lakukan dan selalu menilai orang-orang yang mereka dengan kesan buruk.

"Layaknya ancaman fisik, kesepian seakan melindungi interaksi sosial Anda. Ini memungkinkan anda tahu kapan suatu hubungan mulai renggang dan menyebabkan otak Anda terus waspada terhadap ancaman sosial," ujar Cacioppo pada Live Science.

Kesepian tidak hanya membuat seseorang tidak bahagia, tapi juga merasa tidak aman secara fisik dan mental. Dalam penelitiannya tahun lalu, Cacioppo dan rekannya menemukan dua cara untuk mengobati orang yang kesepian, yaitu mengajak orang tersebut melihat dunia secara lebih positif dan mencari teman untuk berbagi cerita.

Sumber : sehatnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar