KOMITMEN semata tak cukup menjadi modal bagi pasangan untuk mengarungi rumah tangga yang berlandaskan perbedaan usia. Namun, dengan pemeliharaan komunikasi yang baik, keharmonisan hubungan bakal terwujud.
Menjalin pernikahan dimana menyatukan dua insan yang berbeda karakter dalam satu atap bukanlah perkara mudah. Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan dalam menjalaninya. Tantangan pun akan semakin mencuat manakala pasangan yang menjalin pernikahan memiliki perbedaan usia yang terjal, misalnya di atas 10 tahun atau bahkan 20 tahun sekalipun.
Secara teknis mungkin ini bukanlah permasalahan yang serius. Apalagi keduanya memang telah berkomitmen kuat dan memiliki cinta sebagai pondasi bangunan rumah tangga mereka. Namun seiring perjalanan waktu, permasalahan yang menghadang memang tak ditampik akan menjadi persoalan tersendiri.
Permasalahan tersebut dapat mencakup masalah perbedaan habit masing-masing pasangan yang berbeda 360 derajat hingga perbedaan kematangan dalam memandang sebuah persoalan. Inilah yang kemudian dapat menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga.
Meski demikian, ketika pasangan saling membangun komunikasi dengan kuat maka hal tersebut dapat diminalisir sedini mungkin.
Psikolog Efnie Indrianie dari Universitas Maranatha Bandung mengatakan untuk menjembatani permasalahan tersebut sebaiknya sejak awal memang harus ada kesepakatan.
"Tidak harus yang lebih tua memulainya lebih dulu menjalin komunikasi. Siapa saja dapat memiliki inisiatif untuk menjembatani jarak ini," tuturnya.
Efnie menerangkan bahwa kedua pasangan perlu saling terbuka satu sama lain untuk menceritakan orientasi dan minat mereka terhadap pasangannya.
"Satu sama lain perlu menceritakan orientasi mereka, minatnya apa, kesenangannya apa. Semuanya itu perlu diungkapkan dan satu sama lain kemudian saling berupaya untuk menurunkan standar agar jarak yang ada tidak terlalu terjadi. Pasangan juga dapat membuat kesepakatan atas perbedaan tersebut. Jadi balik lagi bahwa menciptakan komunikasi berkualitas menjadi kuncinya," paparnya.
Menyoal komunikasi berkualitas, Efnie memberikan saran bahwa menyempatkan selalu agenda pillow talk juga dapat menjadi cara yang ditempuh.
"Bagi orang-orang yang sibuk dan tidak punya waktu cukup dalam kesehariannya dan ketika berbincang di telepon terburu-buru sehingga minim diskusi, pillow talk dapat menjadi alternatif untuk selalu dilakukan," tutupnya.
Sumber : okezone

Tidak ada komentar:
Posting Komentar