Keberadaan sebuah desa wisata bergantung pada beberapa hal mendasar seperti potensi wilayah, program kelompok sadar wisata (pokdarwis), infrastruktur menuju desa wisata, promosi dan kesiapan masyarakatnya. Canden cukup potensial untuk jadi sebuah desa wisata. Paling tidak ada 4 lokasi yang memiliki potensi untuk mendukung status menuju sebuah desa wisata. Tentu saja selain ke lima hal tersebut di atas, kebijakan Pemerintah Desa sendiri, ikut menentukan sekali.Potensi kesenian misalnya, banyak terdapat di dusun Kralas dengan adanya kelompok ketoprak, jatilan, srandul, sholawatan, kerawitan dan sinden ( terdapat 40 penyinden ) serta wayang kulit. Diketahui pula bahwa masing-masing jenis kesenian tersebut banyak peminatnya. Secara berkala sering diadakan latihan berbagai jenis kesenian tradisional ini. Sehingga jenis-jenis kesenian tadi, setiap saat siap dipentas. Untuk menjual berbagai seni tradisional yang telah dikuasai, Tentu perlu program yang pasti dan terarah dari Pokdarwis Panorama Agung yang telah dibentuk.
Potensi lainnya adalah keberadaan 120 orang peramu dan penjual jamu tradisional secara berkeliling di susun Kiringan. Jenis jamu yang ditawarkan juga beragam baik cair maupun instan seperti : beras kencur, kunir asem, galian singset, cabe puyang, uyup-uyup, jamu sirih dan purwoceng. Masing-masing jenis tersebut mempunyai kegunaannya tersendiri. Ke depannya akan diproyeksikan kemungkinan perawatan kulit dengan menggunakan jamu tradisional, baik secara keseluruhan maupun paket khusus untuk organ tubuh tertentu.
Makanan kuliner yang banyak terdapat di dusun Wonolopo dan Bulusan juga menjadi daya tarik tersendiri. Di dua dusun ini banyak terdapat pembuat gatot, tiwul, onde-onde yang terbuat dari ketan, berisi bumbu kacang hijau yang bagian luarnya dilumuri wijen serta ukel yang juga terbuat dari ketan dan wedang uwuh. Demikian dijelaskan Ka.Sie Ekbang di rumah Dukuh Kiringan, Kamis ( 03/05 ).
Wisata air di bendungan Tegal selama ini sudah cukup dikenal dengan adanya acara rutin Pek Cun pada bulan Mei. Acara budaya yang berbau keagamaan tersebut, sering juga diikuti dengan lomba perahu naga. Terlepas dari kegiatan lomba, perahu-perahu yang ada di sana, dapat saja digunakan untuk wisata air sambil menikmati indahnya alam desa. Kondisi bendungan Tegal yang tidak terlalu dalam dan tenang, ideal sekali untuk berperahu santai buat refresing keluarga.
Adanya kerajinan kulit di Jagan dan Ngibikan yang memproduksi jaket kulit, tas, dompet dan sabuk kulit serta berbagai asesoris dari kulit, menambah kasanah potensi wisata bagi para pengunjung yang datang ke sana. Di sektor agro, luasnya lahan persawahan yang sebagian masih dikelola secara tradisional, bisa diangkat sebagai potensi wisata dan dijual bentuk paket wisata pertanian seperti yang telah dilaksanakan pada desa wisata lainnya.
sumber:http://bantulbiz.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar