Rabu, 25 Mei 2011

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan pasukan Nazi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler pernah mencoba melatih anjing berbicara, mengeja, bahkan membaca untuk memenangkan Perang Dunia (PD) II.

Orang Jerman menganggap kecerdasan hewan bertaring ini mendekati kecerdasan manusia sehingga mereka pun mencoba membentuk pasukan 'menakutkan' dan bisa berbicara, seperti dilansir dari The Telegraph.

Temuan yang dinamakan eksperimen 'Wooffan SS' ini muncul setelah penelitian bertahun yang dilakukan Jan Bondeson dari Cardiff University. Dia mendatangi Berlin untuk meneliti ide-ide aneh tapi nyata dari pasukan Nazi.

Menurut Bondeson, Hitler sampai membuka sekolah khusus untuk anjing-anjing ini agar bisa berkomunikasi dengan tuannya, manusia. Sekolah yang diberi nama Tier-Sprechschule ASRA ini didirikan tahun 1930an di Leutenburg, dekat Hannover dan dipimpin Margarethe Schmitt.

Anjing yang belajar di sekolah khusus ini diambil dari seantero Jerman. Sekolah ini disebut berhasil mencetak sejumlah kesuksesan. Ada beberapa anjing yang mampu mengenali kata dengan cakar mereka.
Beberapa dari 'siswa' pun bisa meniru suara manusia. Salah satunya, Don, bisa mengucapkan 'lapar! beri saya kue' dalam bahasa Jerman. Anjing lain disebutkan mampu mengucapkan kata-kata 'Mein Fuhrer' saat ditanya siapa Adolf Hitler, sementara anjing lainnya menulis huruf dengan cakarnya.

Jerman berharap anjing-anjing perpendidikan tinggi ini bisa membantu  Nazi di medan perang, seperti bekerja di kamp konsentrasi atau membebaskan pasukan yang tersandera.
Hasil penelitian ini dibukukan Bondeson dengan judul: 'Amazing Dogs: A Cabinet of Canine Curiosities.'
Hitler dikenal sebagai pecinta anjing dan memiliki dua jenis German Shepherds bernama Blondi and Bella. Hitler dikabarkan membunuh Blondi sebelum akhirnya bunuh diri di bunkernya tahun 1945. (adi)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar